Bahasa Indonesia
English
You are here
S1 Pariwisata Pariwisata UNY Dorong Pariwisata Berkelanjutan melalui Kurasi Narasi di Iroyudan
Primary tabs

Bantul, 21 Juli 2026 — Program Studi S1 Pariwisata Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Kurasi Partisipatif Narasi dan Interpretasi Destinasi Kampung Emas Iroyudan sebagai Objek Wisata” di Dusun Iroyudan, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas destinasi melalui penggalian dan dokumentasi narasi lokal secara partisipatif sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat.
Kegiatan PkM S1 Pariwisata UNY dilaksanakan melalui observasi lapangan dan Focus Group Discussion (FGD) partisipatif bersama masyarakat dan pemangku kepentingan lokal. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Taman Wisata Jati Larangan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menggali berbagai cerita dan pengetahuan yang membentuk identitas Iroyudan, mulai dari sejarah dan asal-usul wilayah, tokoh dan peristiwa penting, tradisi dan budaya, kehidupan sosial, aktivitas ekonomi, hingga lanskap dan lingkungan lokal.
Menggali Narasi Lokal untuk Memperkuat Identitas Destinasi
Program Kurasi Partisipatif Narasi Iroyudan menggunakan pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai pemilik pengetahuan dan cerita lokal. Tim PkM S1 Pariwisata UNY berperan sebagai fasilitator dalam proses identifikasi, eksplorasi, dokumentasi, dan pengembangan narasi menjadi bahan interpretasi destinasi.
Model yang dikembangkan terdiri atas lima tahapan, yaitu Identifikasi → Eksplorasi → Kurasi → Interpretasi → Diseminasi. Melalui model ini, cerita lokal tidak hanya dikumpulkan sebagai dokumentasi, tetapi diproses untuk mengidentifikasi nilai, makna, dan keterkaitannya dengan ruang serta pengalaman wisata.
Dalam kegiatan FGD dan observasi partisipatif, masyarakat turut mengidentifikasi berbagai unsur narasi, seperti nama atau tema cerita, lokasi, sumber cerita, latar belakang sejarah, peristiwa, nilai dan makna bagi masyarakat, serta bukti pendukung. Informasi tersebut menjadi bahan awal untuk proses kurasi dan penyusunan interpretasi destinasi Iroyudan.
Pendekatan ini penting karena pengembangan destinasi wisata tidak hanya bergantung pada daya tarik fisik. Cerita, memori kolektif, pengetahuan lokal, dan hubungan masyarakat dengan tempat dapat menjadi bagian penting dalam membentuk identitas destinasi sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan.
Mendukung SDGs melalui Pariwisata Berbasis Masyarakat
Kegiatan PkM S1 Pariwisata UNY di Iroyudan juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Kontribusi terhadap SDG 4 diwujudkan melalui pembelajaran kontekstual dan pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Penggalian narasi memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenali, mendokumentasikan, dan mewariskan pengetahuan lokal, sekaligus membuka peluang pengembangan wisata edukasi berbasis sejarah, budaya, lingkungan, dan kehidupan masyarakat.
Sementara itu, kontribusi terhadap SDG 8 diarahkan melalui pengembangan narasi lokal sebagai aset pariwisata. Narasi yang terkurasi dapat memperkuat daya tarik destinasi, menciptakan pengalaman wisata yang lebih bermakna, dan membuka peluang pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat melalui pariwisata berkelanjutan dan berbasis masyarakat.
Kegiatan ini juga memperkuat SDG 17 melalui kemitraan antara S1 Pariwisata UNY, masyarakat Iroyudan, dan pemangku kepentingan lokal. Kolaborasi tersebut menggunakan pendekatan co-creation, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut menentukan cerita dan identitas yang akan dikembangkan sebagai bagian dari destinasi.
Keunikan S1 Pariwisata UNY dalam Pengembangan Destinasi
Kegiatan PkM ini merepresentasikan pendekatan S1 Pariwisata UNY yang memandang pariwisata sebagai bidang multidisiplin. Pengembangan destinasi tidak hanya ditempatkan dalam perspektif pengelolaan wisatawan dan ekonomi, tetapi juga mengintegrasikan masyarakat, budaya, lingkungan, ruang, pendidikan, dan keberlanjutan.
Pendekatan kurasi narasi juga memperkuat perspektif community-based tourism, karena masyarakat ditempatkan sebagai pemilik pengetahuan sekaligus co-creator dalam pembentukan pengalaman wisata. Dengan demikian, pengembangan pariwisata dilakukan dengan memperhatikan karakter dan identitas lokal, bukan sekadar membangun atraksi baru.
Menuju Website Narasi dan Interpretasi Iroyudan
Kegiatan FGD dan eksplorasi partisipatif merupakan bagian awal dari rangkaian kurasi narasi dan interpretasi destinasi Iroyudan. Tahapan berikutnya meliputi pendalaman dan verifikasi narasi, seleksi dan penyusunan storyline, pengembangan materi interpretasi, serta digitalisasi narasi melalui website Iroyudan.
Website tersebut diharapkan menjadi arsip pengetahuan lokal sekaligus media informasi dan interpretasi destinasi yang dapat diakses masyarakat dan wisatawan. Pengelolaan konten juga akan diarahkan agar dapat dilanjutkan oleh masyarakat dan mitra lokal sehingga narasi Iroyudan dapat terus diperbarui dan dikembangkan.
Melalui kegiatan ini, S1 Pariwisata UNY mendorong pengembangan destinasi yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga pada pelestarian pengetahuan lokal, penguatan identitas masyarakat, dan penciptaan pengalaman wisata yang bermakna.
Pada akhirnya, cerita masyarakat Iroyudan diharapkan tidak berhenti sebagai ingatan kolektif, tetapi dapat menjadi aset pengetahuan, identitas destinasi, dan fondasi pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat.
PERPUSTAKAAN
Kontak
Prodi Pariwisata - Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Alamat: Jl. Colombo No.1 Karangmalang Yogyakarta 55281
Email: s1pariwisata@uny.ac.id , fisip@uny.ac.id; humas_fisip@uny.ac.id
Telp: 0274-548202
Fax: 0274-548201
Copyright © 2026,