Bahasa Indonesia
English
You are here
S1 Pariwisata UNY Petakan Lanskap Bermakna untuk Penguatan Identitas dan Wisata Minat Khusus Pacarejo
Primary tabs
Gunungkidul, 9 Mei 2026 — Program Studi S1 Pariwisata Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemetaan dan Penggalian Narasi Partisipatif untuk Penguatan Identitas Lokal dan Wisata Minat Khusus Pacarejo” di Desa Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, khususnya di Dusun Kepuh dan Kenteng.
Kegiatan ini diarahkan untuk menggali pengetahuan lokal, lanskap bermakna, serta praktik kehidupan masyarakat sebagai dasar penguatan identitas lokal dan pengembangan wisata minat khusus di Pacarejo. PkM diawali dengan sosialisasi dan studi awal (pre-penggalian data partisipatif), kemudian dilanjutkan dengan pemetaan partisipatif terhadap lanskap dan ruang-ruang yang memiliki makna bagi masyarakat.
Pemetaan Partisipatif Menggali Identitas Lokal Pacarejo
Pemetaan partisipatif dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai ruang penting dalam kehidupan masyarakat, seperti ladang, sumber air, bukit, jalur tradisional, serta ruang yang memiliki nilai sejarah, ekologis, dan sosial. Kegiatan juga diarahkan untuk mengenali kawasan yang mencerminkan praktik adaptasi masyarakat terhadap karakter lahan karst.
Tahapan penting dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2026, melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama kelompok tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok pemuda, dan pengelola Desa Pacarejo. FGD menjadi ruang bersama untuk menggali pengalaman, pengetahuan, dan cerita masyarakat mengenai ruang-ruang bermakna di wilayah mereka.
Melalui proses tersebut, masyarakat turut mengidentifikasi lokasi, menjelaskan makna suatu ruang, serta menceritakan praktik yang berkembang di dalamnya. Hasil awal kegiatan berupa peta partisipatif lanskap bermakna Pacarejo, yang selanjutnya menjadi dasar untuk melakukan penggalian dan pendalaman narasi lokal.
Menggali Pengetahuan Masyarakat tentang Lanskap Karst
Selain menghasilkan peta partisipatif, kegiatan PkM juga memperoleh informasi mengenai berbagai bentuk adaptasi masyarakat terhadap kondisi lingkungan Pacarejo. Informasi yang digali antara lain praktik bertani di lahan kering, strategi pengelolaan air, pemanfaatan tanaman lokal, serta nilai dan pengetahuan yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari.
Pengetahuan tersebut menjadi bagian penting dalam memahami identitas Pacarejo. Lanskap tidak hanya dipandang sebagai ruang fisik, tetapi juga sebagai ruang yang menyimpan pengalaman, pengetahuan, praktik, sejarah, dan hubungan masyarakat dengan lingkungan.
Pendekatan ini membuka peluang bagi pengembangan wisata minat khusus yang tidak hanya mengandalkan keindahan lanskap karst, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata berbasis pengetahuan lokal dan kehidupan masyarakat.
Mendukung SDG 4 melalui Pembelajaran Berbasis Masyarakat
Kegiatan PkM S1 Pariwisata UNY di Pacarejo berkontribusi pada Sustainable Development Goal (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas, terutama melalui pembelajaran yang kontekstual dan penguatan pengetahuan mengenai pembangunan berkelanjutan. SDG 4.7 secara khusus menekankan pentingnya pengetahuan dan keterampilan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan serta penghargaan terhadap budaya dan kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan.
Melalui pemetaan dan penggalian narasi, masyarakat menjadi bagian dari proses pembelajaran mengenai lanskap, lingkungan, budaya, dan praktik adaptasi lokal. Pengetahuan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi bahan pembelajaran dan interpretasi dalam wisata edukasi dan wisata minat khusus.
Memperkuat SDG 11 melalui Pemetaan Ruang Bermakna
Kegiatan ini juga mendukung SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya prinsip penguatan kapasitas untuk perencanaan dan pengelolaan permukiman yang inklusif dan berkelanjutan. SDG 11.3 menekankan pentingnya urbanisasi dan pengelolaan permukiman yang partisipatif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Dalam konteks Pacarejo, pendekatan tersebut diterjemahkan melalui pemetaan partisipatif lanskap dan ruang bermakna. Masyarakat dilibatkan untuk mengenali ruang yang memiliki nilai sosial, ekologis, dan historis, termasuk ruang yang mencerminkan hubungan masyarakat dengan lingkungan karst.
Dengan demikian, pemetaan tidak hanya menghasilkan informasi spasial, tetapi juga membantu mendokumentasikan nilai dan makna ruang dari perspektif masyarakat lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas dan keberlanjutan wilayah.
Memperkuat Kemitraan melalui SDG 17
Pelaksanaan PkM juga menjadi bentuk implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat lokal. SDG 17 menempatkan penguatan kemitraan sebagai bagian penting dalam mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan.
Keterlibatan kelompok tani, KWT, kelompok pemuda, dan pengelola Desa Pacarejo menunjukkan bahwa proses penggalian pengetahuan tidak dilakukan secara satu arah. Masyarakat menjadi sumber pengetahuan sekaligus mitra dalam mengidentifikasi ruang, praktik, dan narasi yang penting bagi pengembangan wilayah.
Pendekatan kemitraan ini menjadi penting karena pengembangan wisata minat khusus berbasis identitas lokal membutuhkan pengetahuan yang berasal dari masyarakat sekaligus dukungan akademik dalam proses pemetaan, dokumentasi, dan pengembangan narasi.
Menuju Wisata Minat Khusus Berbasis Identitas Pacarejo
Hasil pemetaan partisipatif yang telah diperoleh menjadi fondasi untuk tahap penggalian dan kurasi narasi berikutnya. Ruang-ruang bermakna yang telah teridentifikasi akan menjadi lokasi prioritas untuk pendalaman cerita, dokumentasi, dan identifikasi pengalaman yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata minat khusus.
Melalui proses tersebut, Pacarejo diharapkan dapat mengembangkan bentuk wisata yang menghubungkan lanskap karst, pengetahuan lokal, praktik adaptasi masyarakat, budaya, dan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini memungkinkan wisatawan tidak hanya melihat lanskap Pacarejo, tetapi juga memahami bagaimana masyarakat hidup dan beradaptasi di dalamnya.
Bagi S1 Pariwisata UNY, kegiatan ini sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi dalam pengembangan destinasi yang berbasis masyarakat, pengetahuan lokal, dan keberlanjutan. Pemetaan dan penggalian narasi menjadi langkah awal untuk membangun destinasi yang memiliki identitas kuat, pengalaman wisata yang bermakna, dan hubungan yang lebih erat antara masyarakat, lingkungan, dan pariwisata.
Dari ruang yang bermakna, lahir cerita; dari cerita, terbentuk identitas; dan dari identitas, Pacarejo dapat membangun pengalaman wisata minat khusus yang berakar pada kehidupan masyarakatnya.
PERPUSTAKAAN
Kontak
Prodi Pariwisata - Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Alamat: Jl. Colombo No.1 Karangmalang Yogyakarta 55281
Email: s1pariwisata@uny.ac.id , fisip@uny.ac.id; humas_fisip@uny.ac.id
Telp: 0274-548202
Fax: 0274-548201
Copyright © 2026,